ADAB KETIKA AMARAH

Marah merupakan suatu perasaan yang manusiawi, hampir setiap orang pernah merasakan marah, baik diekspresikan dengan emosi atau tidak. Dalam Islam sendiri memang tidak dianjurkan seseorang untuk marah, namun jika sudah terjadi ketika marah juga ada adab yang harus dijaga.

Kebanyakan marah berasal dari syaithan dan ia hanya membawa kerugian serta penyesalan. Marah pada asalnya harus dihindari, kecuali kemarahan karena Allah dalam kondisi-kondisi tertentu.

Oleh karenanya, Rasulullah SAW,berpesan pada seseorang yang meminta nasihat kepada beliau:

لَا تَغْضَبْ

“Jangan marah!” (HR. Al-Bukhari)

Ibnu Hajar rahimahullah mengutip pendapat al-Khathabi bahwa jangan marah artinya jauhilah sebab-sebab kemarahan dan jangan melakukan sesuatu yang mengarah pada kemarahan. Namun marah memang suatu kondisi yang terkadang tidak mampu kita cegah atau kendalikan.

CARA AGAR BISA MENGENDALIKAN AMARAH

Menurut Berbagai kajian berdasarkan oleh lukman hakim hidayat ada beberapa cara yang dapat menjadi solusi bagi kita mana kala kita sedang marah antara lain:

  • Diam

Diam merupakan salah satu cara untuk mengurungkan amarah, walaupun terkadang dalam hati terasa tidak nyaman, namun itu lebih baik dari pada harus melampiaskan marah.

  • Mengubah Posisi

Rasulullah SAW,”jika salah seorang diantara kalian marah ketika berdiri,maka hendaklah ia duduk.Apabila marahnya tidak hilang juga,maka hendaklah ia berbaring!”
Karena berdiri bisa membuat seseorang cepat marah dan bersitegang dari pada duduk,dmikian juga orang yang duduk daripada berbaring.

  • Berwudlu’ atau Mandi

Marah adalah api dari syaitan yang berakibat mendidihnya darah dan terbakarnya urat syaraf.maka wudlu,mandi&semisalnya apalagi jika menggunakan air dingin,akan memadamkan api tersebut dan akan menghilangkan amarah serta gejolak darah.

  • Berlindung Kepada Allah Ketika Marah

Nabi SAW bersabda, “Jika seseorang yang marah mengucapkan; ‘A’uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya.” (HR Ibu ‘Adi dalam al-Kaamil.)

  •  Jangan Membalas Keburukan Dengan Keburukan Yang Berlebihan

Allah berfirman:”Jika kamu membalas(menghukum),maka balaslah dengan yang semisal(dengan keburukan) yang telah mereka lakukan,tetapi jika kalian bersabar,itu lebih baik bagi orang-orang yang sabar”(QS AnNahl 126)

Demikianlah artikel yang membahas tentang adab ketika amarah yang mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran untuk kita semua sekian.

Muhammad Wildan Bafadhal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »