Apakah itu “Startup ” ?

Telah banyak media yang memberitakan tentang startup belakangan ini, mulai dari media mainstream hingga media yang terspesifikasi. Beberapa waktu lalu penulis (mungkin teman-teman juga) menyaksikan tayangan promosi Ruang guru bertajuk “Spesial 1 jam Bersama Iqbal Ramadhan” di 5 televisi nasional sekaligus. Tokopedia juga merayakan 1 dekadenya dengan tayang di 15 televisi nasional bertajuk “Untuk Indonesia #Mulaiajadulu” dan lagipula siapa yang tidak terhibur dengan iklan-iklan Bukalapak yang nyentrik di TV. Media lain, Tech in Asia memiliki media online yang khusus membahas tentang teknologi dan dunia startup, banyak starup yang diberitakan seperti Ahlijasa, Flip, Warung Pintar, Halal Lokal dll, tidak hanya berupa tulisan di website, namun juga dalam bentuk video yang ditayangkan di Youtube.

Selain itu, siapa sekarang yang tidak memiliki aplikasi Go-jek di smartphone masing-masing. Bahkan rata-rata pengguna Go-jek menggunakan layanan 2-3 kali sehari, untuk berangkat kerja, pesan makan siang dan pulang kerja ditambah semua itu dibayar menggunakan Go-Pay. Selain pemberitaan oleh media, event, conference dan meetups juga banyak digelar dibidang teknologi dan startup di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Hackathon dan Tech in Asia yang merupakan ajang teknologi dan startup terbesar di Indonesia. Kedua ajang tersebut merupakan tempat berkumpulnya para founders, product manager, programmer, engineer, designer dan tentunya para investor dimana mereka melakukan kerjasama yang saling menguntungkan atau hanya sekedar belajar dan networking.

Fenomena-fenomena diatas merupakan bukti bahwa Indonesia telah memasuki era dimana teknologi telah mempengaruhi cara kita beraktifitas, berbisnis dan juga cara kita hidup (life style), era ini disebut dengan era digital. 

Mengapa perusahaan-perusahaan tersebut disebut dengan startup ? apa yang membedakan statup dengan perusahaan konvensional ? apa yang dimaksud dengan era digital secara umum ? dan apa yang perlu kita lakukan sebagai mahasiswa manajemen UNIDA Gontor menanggapi fenomena tersebut ?

Startup adalah

Sebelum membahas lebih lanjut tentang dunia startup, alangkah baiknya kita berkenalan dahulu dengan startup. Startup jika dibahasa Indonesiakan kurang lebih adalah usaha rintisan. Jika dilihat dari struktur bahasanya start berarti memulai dan up berarti naik, yang bermakna perusahaan yang baru memulai dan langsung mengalami pertumbuhan yang pesat. Perusahaan yang tidak tumbuh secara cepat bukanlah perusahaan startup tapi perusahaan biasa saja. Startup juga identik dengan penggunaan teknologi, tentunya teknologi berperan untuk membantu mempercepat pertumbuhan dan menjangkau pasar dengan lebih efektif dan efisien.

Menurut Tech in Asia startup merupakan perusahaan yang memiliki niat utama menyelesaikan masalah masyarakat. Perusahaan yang hanya berorientasi profit atau hanya sekedar berjualan tidak disebut startup. Tujuan utama dari startup harusalah menyelesaikan masalah, oleh karena itu startup biasanya dimulai dengan masalah yang membutuhkan solusi. Misalnya, kesulitan menemukan ojek saat jalanan sedang macet, pangkalan ojek yang berlokasi jauh dan waktu tukang ojek yang terbuang sia-sia hanya di pangkalan sedangkan banyak orang membutuhkan. Maka dibuatlah startup untuk menghubungkan orang yang membutuhkan ojek dengan tukang ojek melalui call center yang sekarang berevolusi menjadi aplikasi Go-jek. Ini masuk akal.

Tokopedia sebuah market place yang dibuat untuk menyelesaikan masalah kesulitan menjual produk kepada pasar dan kesulitan menjangkau pasar yang luas.  Traveloka menjawab masalah kesulitan untuk mencari penginapan ketika sedang bepergian atau traveling.

Dalam startups.com definisi paling popular dari stratup datang dari Eric Ries, penulis buku Lean Startup Methodology;

“A startup is a human institution designed to create a new product or service under conditions of extreme uncertainty.”

Co founder dan CEO startups.com Wil Schroter mempunyai definisi yang lebih menarik;    

“A startup is the living embodiment of a founder’s dream,” Wil says. “It represents the journey from concept to reality. It is one of the few times when you can take something that is only a dream and make it a reality, not just for yourself, but for the entire world.”

Kurang lebih artinya, startup adalah perwujudan dari mimpi seorang founder yang merepresentasikan perjalanan mulai dari konsep hingga menjadi kenyataan. Ini adalah suatu saat ketika kamu bisa membuat sesuatu yang hanya mimpi dan menjadikannya kenyataan, bukan hanya untuk dirimu sendiri, tapi untuk manfaat seluruh dunia.

Kedua definisi oleh  Eric Ries dan Wil Schroter merupakan definisi filosofis dan visioner tentang starup dan memang itulah definisi yang tepat menurut penulis.

Itulah definisi dari startup yang menjawab pertanyaan pertama, apa itu startup. Terdapat definisi lain yang lebih bersifat teknis yang membedakan startup dengan perusahaan konvensional ataupun Usaha Kecil dan Menengah. Bagian ini akan kita bahas untuk menjawab pertanyaan kedua, apa yang membedakan startup dengan perusahaan konvensional ?

Tetap update terus berita di website prodi manajemen untuk tahu jawaban selanjutnya, semoga bermanfaat sekian dan terimakasih.

By : Asad Arsya Brillian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »