waktu akan terus berjalan tidak peduli kita berkembang atau tidak

Assalamualaikum sahabat manajemen, bagaimana kabar kalian sekarang, Sehat selalu bukan?. Tahukah kamu bahwa waktu sangat penting dalam kehidupan kita. Islam sangat memuliakan waktu agar dapat dimanfaatkan manusia dengan sebaik-baiknya, beberapa diantaranya tertulis dalam surat-surat Al-Qur’an seperti surat Ad- Dhuha dan Al-Asr.

Ketahuilah bahwa Rasulullah SAW pernah mengabarkan bahwa waktu adalah salah satu nikmat diantara banyak nikmat Allah yang harus kita syukuri, jika tidak nikmat tersebut dapat saja diangkat dan tidak menyertai pemiliknya lagi. Didalam kehidupan waktu sangatlah penting, maka kita harus memanfaatkan waktu yang kita miliki saat ini dengan sebaik mungkin agar tidak menyesal dikemudian hari.

Allah telah memberikan kita “modal” waktu setiap hari sama setiap makhluk hidup yakni, 24 jam sehari, 169 jam seminggu, 672 jam sebulan dan seterusnya. Nah tinggal keputusan diri masing-masing ingin menggunakan waktu yang dimilikinya sebaik mungkin sehingga mendapatkan manfaat dari waktunya atau digunakan untuk hal-hal yang tidak berfaedah sehingga menyesal di waktu yang akan datang.

Nah sobat manajemen berikut akan saya jelaskan enam poin manajemen waktu ala Rasulullah yang mungkin dapat bermanfaat bagi sahabat sekalian. Berikut kiat-kiat manajemen ala Rasulullah SAW:

  • Jadikan Shalat Fardu Sebagai Pola Disiplin

Hal pertama yang sahabat manajemen dapat ketahui adalah Rasulullah SAW menjadikan shalat fardu sebagai cara membentuk pola kedisiplinan dan pola ritme hidup. Mulailah dengan memanajemen waktu shalat fardu terlebih dahulu setelah itu sesuaikan dengan agenda kegiatan yang akan kamu lakukan hari itu, sehingga kamu memiliki hari yang produktif sekaligus dapat melakukan shalat fardu tepat waktu.

  • Terapkan Pola Berfikir Investasi

Maksud dari pola berfikir investasi adalah kamu haruslah memiliki pola pikir jangka panjang, berfikir setiap hal yang kamu lakukan sekarang akan berdampak apa untuk dirimu dan orang laing satu tahun atau lima tahun kedepan. Jangan menerapkan membiasakan diri untuk berfikir instan karena hal tersebut akan mendorong kita bersikap malas dalam menjalani proses.

Pola berfikir investasi seperti inilah yang diterapkan oleh Rasulullah SAW sehingga islam mengalami kejayaan hingga saat ini.

  • Terus Produktif Dan Jangan Biarkan Waktu Terbuang Percuma

Islam sangat menjunjung tinggi waktu dan mengutamakan nila-nilai produktif didalamnya. Baik produktifitas dalam beribadah maupun produktifitas dalam menghasilkan karya-kayra yang bermanfaat.

Berikut Allah SWT berfirman untuk selalu produktif dalam Al-Qur’an:

“Maka Apabila Kamu telah selesai mengerjakan satu urusan, maka kerjakanlah dengan sungguh- sungguh urusan yang lain.”

(surat Al-Insyirah ayat ;7)

Jika kamu merenungkan arti ayat diatas terlihat jelas bahwa Allah SWT tidak ingin umatnya menjalani waktu yang tidak produktif. Untuk itu, selalu lakukan aktivitas yang sekiranya membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain serta jangan lupa untuk menggunakan waktu sebaik mungkin agar dapat memetik manfaatnya di esok hari.

  • Gunakan Kesempatan Sebaik Mungkin

Yang dimaksud dengan mengguanakan kesempatan sebaik mungkin disini adalah bagaimaan kita memanfaatkan waktu dan kesempatan yang telah diberikan Allah kepada kita dengan sebaik mungkin. Seperti menghafal Al-Qur’an ataupun menghasilkan karya -karya seperti menulis dan membaca buku.

Dari Ibnu Abbas Ra, Rasulullah SAW, pernah menasehati seseorang dengan hadist sebagai berikut:

“Manfaatkanlah Lima Perkara Sebelum Lima Perkara”

  1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu
  2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu
  3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu
  4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu
  5. Hidupmu sebelum datang matimu.
  • Jauhi Sikap Menunda-Nunda

Salah satu hal yang dibenci Allah dan Rasulnya dalah kebiasaan menunda-nunda, maka jangan suka menunda-nunda suatu pekerjaan apalagi itu adalah suatu kebaikan seperti shadaqah dan beribadah kepada Allah SWT. Ditakutkan jika terlalu sering menunda pekerjaan itu akan menjadi suatu kebiasaan buruk yang akan mendatangkan penyesalan esok hari nantinya.

  • Rutin Melakukan Evaluasi

Maksud dari Evaluasi adalah meneliti dan melihat Kembali apa yang sudah kita lakukan sebelumnya, serta mencermati segala kekurangan dan kelemahan yang ada di dalam diri kita. Tanpa adanya Evaluasi, kita tidak akan pernah menyadari kelemahan dan kekurangan pada diri kita, yang akan berakibat kita akan terus melangkah dan melakukan kesalahan yang sama. Untuk itu Rasulullah SAW selalu menerapkan evaluasi dalam manajemen waktunya, karena sebagus apapun kita telah menjalankan rencana yang telah kita buat sebelumnya kadang tanpa sadar kita telah mengerjakan suatu kesalahan, nah di sinilah Evaluasi itu bekerja untuk mengingatkan kita agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi esok hari.

Oke sahabat manajemen, sekian artikel kita untuk kali ini. Semoga kita dapat menerapkan manajemen waktu ala Rasulullah ini di kehidupan kita sehari-hari, agar dapat lebih produktif tentunya, Amiin…….

(Mohamad Rohman Alim)

Comments

  1. Hеllo аll, guуsǃ I knоw, my meѕsаge mау be toо spеcifiс,
    Вut mу ѕіstеr found nice mаn herе and they marriеd, ѕо hоw about me?ǃ 🙂
    I am 24 yeаrs оld, Mаrgаrita, from Ukrаіnе, Ι know Englіѕh and German lаnguagеs аlsо
    Аnd… I havе ѕpесifіc dіѕeаse, named nymрhоmаnia. Ԝhо know what is this, cаn understand mе (bettеr to ѕaу іt immеdіаtely)
    Аh уeѕ, I сoоk very taѕtуǃ аnd I lоve not оnlу coоk ;))
    Ιm rеal girl, nоt рroѕtitute, and lоokіng fоr serіouѕ аnd hоt relatiоnѕhiр…
    Αnywaу, yоu саn fіnd mу рrofilе here: http://tisbsogingnonplanba.ml/user/37990/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.