Intan Muthoharoh
Penulis ingin membahas tentang filsafat ekonomi konvensional berdasarkan ontologi, epistemologi dan aksiologi ilmu tersebut. Karena seiring berkembangnya zaman, permasalahan manusia dalam ekonomi berkembang dengan pesatnya. Seperti pemenuhan kebutuhan yang tak kunjung tuntas, hingga akhirnya muncul berbagai pengangguran, kemiskinan, naik turunnya permintaan, penawaran dan lain sebagainya.

Filosofi Ekonomi secara ontologi yaitu berawal dari buku dengan judul “The wealth of Nations” yang ditulis oleh Adam Smith, dan kemudian dianggap sebagai dasar lahirnya Ekonomi. Ia menuliskan buku tersebut dan mendapatkan respon positif dari teman- teman Ilmuwannya yang lain. Bahkan ia dijuluki sebagai Bapak Ekonomi. Hal itu terjadi pada tahun 1776, sehingga muncullah berbagai macam pujian untuknya, bunyi pujian tersebut antara lain seperti bahwasanya Smith telah membentuk pandangan masyarakat, telah memecahkan permasalahan yang selama ini menjadi kerisauan masyarakat dan lain sebagainya.

Asal kata Ekonomi, diperoleh dari kata Oikonomikos, berasal dari Xenophon yang berarti tatanan rumah tangga. Ditafsirkan juga sebagai manajemen pengaturan ladang. Maksudnya disini, dengan memanajemen ladang untuk menata rumah tangga, yang didalamnya menunjukkan kunci efisiensi dan spesialisasi dalam pembagian kerja. Seiring berkembangnya zaman, banyak ilmuwan yang menambahkan dan mengembangkan Filosofi Ekonomi, seperti Plato , Aristoteles , Thomas Aquinas , Ibnu Khaldun dan Nicholas Oresme . Namun pembahasan yang lebih mengena yakni pembahasan dari Thomas Aquinas yang merinci pembahasan tentang persoalan ekonomi yang tengah berkembang di zaman itu dan pembahasan ibnu khaldun yang menjelaskan tentang darnpak pernbagian kerja pada produktivitas, pengaruh selera (taste) pada permintaan (demand), dilema akan konsumsi dan akumulasi modal, serta dampak keuntungan pada produksi.

Jadi bisa diperhatikan bahwa dalam berbagai macam prespektif ilmuwan tentang Ekonomi dapat disimpulkan bahwa Ekonomi adalah usaha pemenuhan kebutuhan manusia, yang diaplikasikan dengan berbagai macam sistem atau cara yang sudah ditemukan seiring dengan perkembangan zaman.
Secara etimologi, Ilmu Ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang hubungan sesama manusia, bersifat dinamis dan setiap waktu bisa berubah sesuai dengan permasalahan ekonomi tersebut. Dapat berubah dari waktu ke waktu karena lingkungan keilmuan, keadaan perekonomian setiap waktu dan kondisi masyarakat tersebut.
Sebagaimana pengertian Ekonomi oleh Samuelson dalam bukunya “The Economics“ sebagaimana dikutip oleh H. Faturrahman Djamil, bahwa:
“Ekonomi didefinisikan sebagai kajian tentang perilaku manusia dalam hubungannya dengan pemanfaatan sumber-sumber yang bersifat produktif dan langka untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa serta mendistribusikannya untuk dikonsumsi. Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahwa Ekonomi adalah aktifitas manusia dalam perilaku yang berkaitan dengan bagaimana proses dan cara memperoleh dan mendayagunakan produksi, distribusi maupun konsumsi.”

Secara aksiologi, Dapat dikatakan bahwa Ilmu Ekonomi lahir untuk mengkaji dan menyelesaikan permasalahan- permasalahan konomi masyarakat. karena dunia telah menyatakan bahwa ekonomi terbukti sebagai ilmu sosial yang mengkaji bagaimana menggunakan sumber yang tepat untuk memenuhi keperluan yang belum tercapai. Atas sebab- sebab tertentu, sumber yang diperlukan untuk memenuhi kehendak manusia dikatakan terbatas jumlahnya. Bahkan manusia dikatakan pelaku utama ekonomi yang tidak pernah puas dengan apa yang diinginkan. karena manusia berusaha untuk selalu mencari jalan untuk memenuhi kehendak yang tidak terbatas itu melalui berbagai macam cara dari sistem ekonomi.

Seperti yang sudah dikatakan diawal bahwa Ilmu ekonomi bersifat dinamis , karena bisa berubah seiring berkembangnya waktu, dalam artian mengikuti perkembangan zaman. Akhirnya menjadikan ekonomi sebagai ilmu sosial yang penting dan luas cakupannya karena berhubungan dengan manusia dan lingkupnya secara luas. Maka dengan itu, tanpa adanya ilmu ekonomi manusia akan sangat kebingungan untuk memanajemen kehidupan kesehariannya terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan.
Berdasarkan kasus sehari- hari, Sebuah hambatan pemenuhan kebutuhan disebabkan karena keterbatasan atau kelangkahan. Beberapa kasus itu diantaranya: Seseorang ingin membeli beras untuk kebutuhan makan, ternyata terhambat karena disebabkan dengan sedikitnya uang yang dia miliki. Contoh lain, Indonesia belum bisa dikatakan negara maju, padahal SDA (Sumber Daya Alam) yang dimiliki sangat melimpah ruah, ternyata setelah diteliti ditemukan sebab terbatasnya teknologi canggih untuk mengelola hasil alam tersebut.

Jadi ketika dikerucutkan berdasarkan filosofi terjadinya ekonomi, praktek ekonomi diawali dengan terjadinya kelangkaan yang dialami oleh manusia terhadap suatu barang dan menjadikan manusia memiliki inisiatif untuk melakukan produksi. Setiap ada proses produksi, pasti akan ada bagian yang mengonsumsi tersebut, untuk menjadikan barang yang telah dikelola menjadi alat sebagai pemenuhan kebutuhan manusia.

Penulis Intan Muthoharoh / pasca universitas Darussalam Gontor

Editor Muhammad Habil Likai Tanjua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.