Ponorogo – Universitas Darussalam Gontor terus menerus melakukan upaya yang berkesinambungan dalam meningkatkan kompetensi dosen. Hal ini dilakukan karena institusi menyadari bahwa dosen merupakan komponen yang esensial dalam suatu sistem pendidikan di perguruan tinggi.
Dalam menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab dosen yang dituangkan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajaran; Penelitian dan Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat dibutuhkan kepakaran dosen yang profesional. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengadakan seminar internal yang rutin dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Uniersitas Darussalam Gontor, salah satu contohnya adalah Kuliah Umum bagi Dosen dan Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor Mengenai Tanggung Jawab Civitas Akademika Universitas Darussalam Gontor Dalam Mewujudkan Iklim Akademik dan Pengapdian Kepada Masyarakat oleh Menristek Dikti yang baru saja diadakan di Auditorium Universitas Darussalam Gontor (09/1).
Mengundang Narasumber Direktur Riset dan Pengabdian Kementerian Ristekdikti Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc, Ph.D.
Menurut Prof. Ocky, ada tiga indikator utama riset yang terpenting, yaitu publikasi, kekayaan intelektual (paten, hak cipta), prototipe (prototipe lab dan prototipe industri) dan menyusun rencana induk penelitian (RIP). Indikator publikasi minimal ter index scopus, jumlah pendanaan riset semakin beragam, namun dalam penyaluran pendanaan tersebut akan diperketat karena harus ada sinkronisasi antara penelitian dengan pengabdian terhadap masyarakat. “Pengabdian terhadap masyarakat merupakan agenda kementrian karena merupakan hilirisasi dari penelitian yang tidak harus hanya berakhir di bidang industri namun juga harus bermanfaat bagi masyarakat banyak.” Tuturnya,.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.