MENGENAL 5 E-COMMERCE TERBESAR DAN TERLARIS DI INDONESIA

Di masa- masa pandemi sekarang bisnis E-commerce menjadi pemasukan dengan peningkatan paling drastis dari pada bisnis-bisnis lainnya. Dilansir dari Kompas.com dan duniafintech.com, ada beberapa e-commerce yang menduduki peringkat teratas sebagai platform penjualan online di Indonesia. Penjelasanya akan saya ulas secara lebih detal di bawah ini. Selamat membaca!.

Jual beli online merupakan budaya baru yang menjamur dengan cepat di kalangan masyarakat Indonesia. Bisnis ini membuka banyak lapangan kerja baru sebagai mercant dan mengurangi penghasilan beberapa penghasilan beberapa toko yang lain seperti; Giant, Mall, Toko kelontong dan Pasar-pasar tradisional. Berikut akan saya uraikan lebih detail 5 top e-commerce di Indonesia.

  • Shopee

Pendiri perusahaan ini adalah Cris Feng, lahir pada Desember 1982, Singapura, dengan nama lengkap Chris Zhimin Feng. Shoppe pertama kali diluncurkan di singapura pada tahun 2015. Lama kelamaan perusahaan ini berkembang pesat hingga dapat melebarkan sayapnya di beberapa negara di asia tenggara termasuk Indonesia.

Shoppe dinobatkan sebagai platform e-commerce paling ramai dikunjungi di Indonesia, ini di buktikan dari hasil data bahwa rata-rata pengunjung aplikasi ini mencapai 93 juta lebih pengguna yang tersebar di seluruh indonesia.

Sebagai tambahan perusahaan induk shopee adalah Sea Group yang bertempat di Singapura, kepemilikan saham terbesar shopee dipegang oleh Tencent, perusahaan asal cina dengan presentasi 39,7% dan Blue Dolphins Venture yang memegang 15% keseluruhan saham shopee.

  • Tokopedia

Perusaan kedua di duduki oleh toko pedia sebagai e-commerce terlaris di Indinesia dengan rata-rata jumlah pengguna sebanyak 86 juta orang.

Pemegang saham utama toko pedia adalah Softbank dengan presentasi hampir mencapai 40%. Selanjutnya di miliki oleh Alibaba sebanyak 25% dari keseluruhan saham tokped. Sedangkan, Co-Founder sekaligus wakil ketua tokopedia, Leontinus Alpa Edison hanya memegang 2,3% saham dan CEO Tokopedia, William Tunawijaya hanya memiliki 5,6% saham perusahaan.

  • Bukalapak

Pengguna e-commerce terbanyak di Indonesia yang ke tiga adalah Bukalapak, dengan rata-rata pengunjung tiap bulannya sebanyak 35 juta pengguna. Bukalapak memiliki tiga pemegang saham utama yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), GIC Singapura dan Ant Financial. Saham tertinggi di miliki oleh Emtek dengan presentasi 36,86%.

  • Lazada

Perusahaan e-commerce terbesar yang ke-empat adalah Lazada dengan rata-rata pengunjung sebanyak 27 juta tiap bulannya. Marketplace ini pertama didirikan oleh Rocket Internet dan Pierre Poignant pada 2012.

Setelah berjalan selama 4 tahun membangun bisnis di nusantara, pada tahuh 2016 Alibaba resmi mengakuisisi Lazada dengan memberikan dana sebesar Rp13,7 Triliun yang sehingga menjadikannya pemegang saham mayoritas sebanyak 67%. Setelah itu Alibaba menyuntikkan dana lagi sebesar Rp27,5 triliun kepada Lazada pada 2018 lalu.

Investor lain yang ikut berkontribusi dalam saham Lazada adalah Tesco, Temasek Holding, Summit Partners, JP Morgan Chase, Investmen AB Kinnevik dan Rocket Internet.

  • Blibi

Selanjutnya perusahaan e-commerce yang paling banyak di kunjungi yang terakhir adaralah Blibi dengan rata-rata pengunjung perbulannya mencapai 18,3 juta pengunjung. PT Global Niaga atau Blibi didirikan 10 tahun lalu oleh Kusuma Martanto yang juga menjabat sebagai CEO perusahaan. Sedangkan kepemilikan Blibi dipegang oleh Martin Hartanto putra dari orang terkaya di Indonesia pemilik Djarum Group, Budi Hartanto.

Sejarah terbentuknya PT Global Niaga atau Blibi berasal dari anak perusahaan PTGlobal Prima yang merupakan bagian dari perusaha Produsen rokok terbesar Indonesia, Djarum Group. Diketahui  setiap tahunnya Djarum Group menganggarkan dana sebesar US$1 juta per tahun demi menyokong perusahaan e-commerce ini.

(Mohamad Rohman Alim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »