STOP BODY SHAMING DAN TINJAUANNYA DARI PERSPEKTIF ISLAM

STOP BODY SHAMING DAN TINJAUANNYA DARI PERSPEKTIF ISLAM

Oleh: Devano Empathanussa

Body shaming atau penghinaan fisik terjadi ketika seseorang mempermalukan orang lain karena bentuk tubuhnya. Banyak wanita pernah mengalami perilaku ini. Bahkan tidak hanya pada wanita, akan tetapi ini terjadi pada semua orang, mulai dari pria dan wanita, serta beragam usia muda hingga tua. Rasa malu fisik juga biasa terjadi di media sosial baru-baru ini. Siapapun yang sering mengalami penghinaan fisik menderita berbagai dampak buruk termasuk kesehatan mental. Orang yang mengalami ini malu pada awalnya. Seiring waktu, ia menganggap dirinya tidak berguna. Pada titik tertentu, rasa malu fisik dapat menyebabkan depresi dan gangguan makan. Anda perlu mewaspadai gangguan jiwa tertentu yang mungkin terjadi agar bisa mengatasinya. Berikut beberapa hal tersebut:

a. Anoreksia Salah satu akibat psikologis dari rasa malu fisik adalah anoreksia. Penyakit ini merupakan fenomena yang ekstrim, mengharapkan penurunan berat badan akibat penanganan penampilan yang tidak tepat. Orang yang pernah mengalami situasi ini akan mencoba yang terbaik untuk menurunkan berat badan. Saat penyakit ini terjadi, Anda memerlukan perawatan yang sangat serius dan hati-hati oleh psikiater dan terapis.

b. Binge Eating Disorder Gangguan mental lain yang terkait dengan rasa malu fisik adalah binge eating disorder gangguan makan berlebihan, yang terjadi pada orang yang terlalu kurus karena dipaksa makan terus menerus. Mereka akan berusaha menambah berat badan dengan cepat agar tidak ditertawakan karena kurus. Bantuan psikolog atau psikiater bisa membantu Anda mengatasi penyakit ini.

c. Depresi Karena penghinaan fisik sehari-hari, orang tersebut mungkin juga menderita depresi. Hal ini dapat menyebabkan seseorang mengalami ketakutan, ketakutan, dan kecemasan yang intens. Selain itu, keputusasaan dan semangat hidup juga muncul dengan keinginan untuk bunuh diri.

Dalam Islam, menghina ciptaan Allah SWT tidak dibenarkan, hal ini sama saja menghina Allah yang telah mencipatkan makhluk-makhluknya dengan sebaik-baiknya penciptaan. Lalu seorang yang menganggap dirinya tidak berguna adalah tindakan kufur terhadap nikmat Allah yang telah diberikan. Hati yang terlalu sempit sehingga menganggap ujaran tidak senang dan hinaan dari orang lain merupakan patokan utama dalam hidup, jika seorang hamba menelaah lebih lanjut, bukankah keburukan yang di ucapkan itu hanya pandangan dari manusia? Apa yang hamba itu harapkan, mardlotillah atau martabat baik hasil penilaian manusia?

Maka sebenarnya orang tersebut tidak benar-benar memahami dirinya sendiri, karna apabila ia memahami dirinya sendiri maka ia akan mendapati keagungan Allah SWT dan melihat begitu banyak nikmat yang lupa untuk di syukuri

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ

“Barang siapa memahami dirinya sendiri maka ia akan memahami Rabbnya” Segala sesuatu tidak ada yang diciptakan percuma, semua memiliki hikmah, setiap ciptaan-Nya memiliki hikmah kenapa ia diciptakan. Sebagai contoh cacing yang menjijikan saja dapat menjadi bahan baku kosmetik, obat untuk penyakit dalam dan penyubur bagi tanaman. Bahkan kotoran sekalipun dapat berguna menjadi pupuk kompos. Dalam Mahfudzot dikatakan:

مَنْ عَرَفَ اللهَ أَزَالَ التُّهْمَهَ وَ قَالَ كُلُّ فِعْلِهِ بِالْحِ

“Barang siapa mengetahui Allah sebagai Rabbnya, maka ia akan menghilangkan perasaan buruk dan mengatakan setiap perbuatan Allah SWT pasti memiliki hikmah”. Semoga kita selalu dalam jalan yang benar dan lurus dan mendapat ridlo Allah SWT, Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

Referensi artikel: https://www.halodoc.com/artikel/dampak-body-shaming-pada-kesehatan-mental (Diakses 29 maret 2021) Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/AkYgWeWr5Fp5vkeJ8 (Diakses 28 maret 2021)

Mengenal Sholat Witir dan 8 Keutamaannya

Mengenal Sholat Witir dan 8 Keutamaannya

السلام عليكم و رحمةالله وبركاته

Apa kalian paham apa itu sholat witir?Apa aja sih keutamaannya?

PENGERTIAN SHALAT WITIR Yang dimaksud dengan shalat Witir, ialah shalat yang dikerjakan antara setelah shalat Isyâ` hingga terbit fajar Subuh sebagai penutup shalat malam. Sholat witir biasa disebut sebagai sholat penutup malam. Hal ini dikarenakan sholat sunnah ini mubah/boleh dilaksanakan setelah sholat isya, kemudian setelah sholat tarawih, dan sebelum sholat subuh. Sholat ini juga biasa dilaksanakan setelah sholat malam.

Memang terdengar cukup berat jika disandingan dengan sholat malam tetapi ketika sudah mengetahui keutamaan sholat witir yang sedemikian hebat, maka melaksanakannya akan membuatmu lebih bersemangat.Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada kita agar menutupi kekurangan shalat fardhu dengan shalat-shalat sunnah dan memerintahkan untuk menjaga dan melaksnakannya secara berkesinambungan. Di antara shalat sunnah yang diperintahkan untuk dilakukan secara terus menerus atau istiqomah, yaitu shalat Witir. Dijelaskan Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam dalam sabdanya:

إِنَّ اللَّهَ زَادَكُمْ صَلَاةً فَحَافِظُوا عَلَيْهَا وَهِيَ الْوَتْرُ أخرجه أحمد

Sesungguhnya Allah telah menambah untuk kalian satu shalat, maka jagalah shalat tersebut. Shalat itu ialah Witir. [HR Ahmad dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Irwa` al-Ghalîl, 2/159]. HUKUM SHALAT WITIR Shalat Witir merupakan shalat sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama. Hal ini didasarkan pada beberapa dalil, di antaranya sebagai berikut.

1.Hadits Ibnu Umar yang berbunyi:

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ قَالَ اجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْراً. متفق عليه

Dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam , beliau berkata: “Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan Witir”. [Muttafaqun ‘alaihi)] Dalam hadits ini menunjukkan adanya perintah menjadikan shalat witir sebagai penutup shalat malam. Ibnu Daqîqi al-‘Iid menyatakan, orang yang mewajibkan shalat witir berdalil dengan bentuk perintah (dalam hadits ini). Seandainya berpendapat kewajiban witir dalam akhir shalat malam, maka itu lebih tepat”.

2. Hadits Abu Ayyûb al-Anshâri yang berbunyi: قَالَ رَسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ

Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam bersabda: “Shalat Witir wajib bagi setiap muslim. Barang siapa yang ingin berwitir dengan lima rakaat, maka kerjakanlah; yang ingin berwitir tiga rakaat, maka kerjkanlah; dan yang ingin berwitir satu rakaat, maka kerjakanlah!” [HR Abu Dawud, an-Nasâ`i dan Ibnu Mâjah, dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Shahîh Sunan Abu Dâwud, no. 1421].

WAKTU SHALAT WITIR Para ulama bersepakat, bahwa awal dilaksanakannya waktu shalat Witir adalah setelah shalat Isyâ` hingga terbit fajar Subuh.Imâm Muhammad bin Nashr al-Marwazi (wafat tahun 294 H) mengatakan: “Yang telah disepakati para ulama, bahwasanya waktu shalat Witir ialah antara (setelah) Shalat Isyâ` sampai terbitnya fajar Subuh”. Mereka berselisih pada waktu setelah itu hingga shalat Subuh. Hal ini didasarkan pada banyak hadits, di antaranya sebagai berikut.Hadits ‘Aisyah Rsdhiyallahu anhuma , beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلَاةِ الْعِشَاءِ وَهِيَ الَّتِي يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ أخرجه مسلم.

Dahulu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam shalat antara setelah selesai shalat Isya`, yaitu yang disebut oleh orang-orang dengan – al-‘atamah – sampai fajar sebelas rakaat dengan salam setiap dua raka’at dan berwitir satu raka’at. [HR Muslim].Adapun akhir waktu shalat Witir jelas ditegaskan juga oleh hadits yang lainnya, yaitu sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam :

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ ؛ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوْتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

Artinya : Shalat malam dua raka’at dua raka’at; apabila salah seorang di antara kalian khawatir Subuh, maka ia shalat satu raka’at sebagai witir bagi shalat yang telah dilaksanakannya. [HR al-Bukhâri dan Muslim].

WAKTU YANG DI UTAMAKAN Pelaksanaan shalat Witir, yang utama dilakukan di akhir shalat malamnya, dengan dasar sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam :

اجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْراً. متفق عليه

Dari Nabi Shallallahu alaihi wa salllam , beliau berkata: “Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan Witir. [Muttafaqun ‘alaihi]. Sedangkan waktunya tergantung kepada keadaan pelakunya. Yang utama, bagi seseorang yang khawatir tidak bisa bangun pada akhir malam, maka ia mengerjakannya sebelum tidur. Adapun seseorang yang yakin dapat bangun pada akhir malam, maka yang utama dilakukan di akhir malam.

JUMLAH RAKAATNYA Jumlah raka’at dalam shalat Witir boleh dilakukan dengan satu raka’at, tiga raka’at, lima raka’at, tujuh raka’at, sembilan raka’at dan sebelas raka’at; dengan dasar sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam :

الْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ

Shalat Witir wajib bagi setiap muslim. Barang siapa yang ingin berwitir dengan lima raka’at, maka kerjakanlah. Yang ingin berwitir tiga raka’at, maka kerjkanlah; dan yang ingin berwitir satu raka’at, maka kerjakanlah! [HR Abu Dâwud, an-Nasâ`i dan Ibnu Mâjah, dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Shahîh Sunan Abu Dâwud, no. 1421].

BACAAN KETIKA SHALAT WITIR Dalam melaksanakan shalat Witir, seseorang disyariatkan atau dianjurkan untuk membaca pada: Raka’at pertama membaca syurat al-A’lâ. Raka’at kedua membaca surat al-Kâfirûn. Raka’at ketiga membaca surat al-Ikhlas. Dalil tentang hal ini dijelaskan dalam hadits Ubai bin Ka’ab yang berbunyi:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ يَقْرَأُ مِنَ الْوِتْرِ بِـ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} ، وَفِيْ الرَّكَعَةِ الثَّانِيَةِ بِـ{قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ} ، وَفِيْ الثَّالِثَةِ بِـ {قُلْ هُوَ اللهُ أَحَد}، وَلاَ يُسَلِّمُ إِلَّا فِيْ آخِرِهِنَّ”. أخرجه النسائي.

Dahulu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam membaca dari shalat witirnya surat al-A’la, dan pada raka’at kedua membaca surat al-Kaafirun, dan rakaat ketiga membaca Qul Huwallahu Ahad. Beliau tidak salam kecuali di akhirnya. [HR an-Nasâ’i dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Shahih Sunan an-Nasâ’i, 1/372].

MANFAAT MELAKSANAKAN SHALAT WITIR sebagaimana diketahui bahwa mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW akan mendatang fadhillah yang sangat banyak. Diantaranya :

1.Sebagai Penyempurna Salat Malam

Shalat witir dikenal juga sebagai penutup dari salat malam. Shalat ini baik juga dilaksanakan sebelum tidur atau juga setelah bangun tidur. Tanpa shalat witir maka tidak akan sempurna shalat malam atau qiyamul lail seseorang.Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini:

جْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

“Jadikanlah akhir salat kalian di malam hari dengan salat Witir”

2. Dicintai oleh Allah SWT

Allah sangat menyukai sesuatu yang ganjil karena Allah adalah satu. Sebagaimana rakaat shalat witir yang ganjil. Dan perlu diketahui juga bahwa salat witir merupakan salah satu ibadah yang dicintai Allah SWT.Sebagaimana yang disebutkan dalam hadIts Rasulullah SAW berikut ini:

نَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوْا يَاأَهْلَ الْقُرْآنِ

“Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan salat Witir, maka salat Witirlah, wahai para ahli Al-Quran.”

3. Lebih utama dari Unta Merah

Hal ini dapat berarti pula bahwa shalat witir yang dikerjakan memiliki nilai lebih besar dari nilai seekor unta merah terutama bila dikerjakan sebelum waktu shalat subuh.Berikut hadits yang menyebutkan keutamaan tersebut:

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَاشِدٍ الزَّوْفِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُرَّةَ الزَّوْفِيِّ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ حُذَافَةَ قَالَ أَبُو الْوَلِيدِ الْعَدَوِيُّ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ وَهِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ وَهِيَ الْوِتْرُ فَجَعَلَهَا لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ

Telah menceritakan kepada Kami [Abul Walid Ath Thayalisi] dan [Qutaibah bin Sa’id] dari [Kharijah bin Hudzafah], Abu Al Walid Al Adawi berkata: Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam keluar menemui Kami dan berkata: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian sebuah salat yang dia lebih baik bagi kalian dari pada unta merah, yaitu salat witir, dan telah menjadikannya berada di antara salat Isya hingga terbit fajar.” (HR Abu dawud)

4. Mustajab Doanya

Waktu melaksanakan shalat witir merupakan waktu yang tepat untuk berdoa. Dan merupakan waktu yang membuat setiap hamba amat dekat dengan Allah SWT. Doa yang dipanjatkan setelah shalat witir bisa jadi merupakan salah satu doa yang akan diijabah oleh Allah SWT.

5. Didoakan oleh para Malaikat

Shalat witir yang dilaksanakan pada penghujung malam akan disaksikan oleh malaikat. Mereka akan ikut mendoakan kita kepada Allah SWT dan keberkahan akan menyertai siapa saja yang melaksanakan shalat witir ini.

6. Amalan yang Selalu dikerjakan Rasulullah SAW

Ada tiga perkara yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW dalam hidupnya yakni berpuasa selama tiga hari setiap bulan, mendirikan shalat duha dan melaksanakan salat witir. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat witir dan apabila ia meninggalkannya, beliau akan mengqadha shalat witir yang ditinggalkannya tersebut.

7. Diberi hidayah dan Keselamatan Allah SWT

Orang yang melaksanakan salat witir akan semakin kuat dalam menghadapi cobaan dunia dan doanya akan selalu didengar oleh Allah SWT. Petunjuk akan selalu menyertai mereka yang menjalankan perintah serta melakukan apa yang Allah SWT cintai. Pada saat shalat witir, ada doa qunut yang bisa dibaca sebagai permohonan petunjuk dan keselamatan kepada Allah SWT.

8. Amalan Para Ahli Al-Quran

Para ahli Al-Quran dari kalangan sahabat adalah mereka yang hafal Al-Quran dan sangat berkomitmen untuk mengamalkan serta mendakwahkannya. Mereka merupakan sahabat-sahabat yang paling utama. Dan salah satu amalan yang diperintahkan Rasulullah SAW kepada mereka adalah shalat witir. Tujuannya agar mereka semakin dicintai Allah SWT.“Sesungghnya Allah itu witir, mencintai witir, maka lakukanlah salat witir wahai ahli Al-Quran.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; shahih)

Diwasiatkan Dikerjakan Setiap HariDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:“Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, salat duha dua rakaat dan salat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)Semoga bermanfaat dan dapat mengamalkan ilmunya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركات

Penulis : Muhammad Habil Likai Tanjua / Manajemen 6

Referensi: https://almanhaj.or.id/2456-shalat-witir.html

Dzikir Sang Penggugur Dosa

Dzikir  Sang Penggugur Dosa

السلام عليكم و رحمةالله وبركاته

Marilah kita panjatkan puja puji dan senantiasa bertakwa kepada Allâh Azza wa Jalla dengan sebenar-benar takwa, karena takwa merupakan cahaya hidayah. Amal ma’ruf nahi mungkar merupakan perintah untuk menyeru kebajikan dan mencegah kemungkaran. Barangsiapa taat kepada-Nya maka Allâh menjanjikan untuknya surga. Sebaliknya, barangsiapa bermaksiat dan enggan melaksanakan perintah-Nya maka dia akan terancam adzab yang sangat pedih. Manusia bisa disebut tempat salah dan lupa, siapapun orangnya pasti tidak akan luput dari perbuatan dosa. Dosa-dosa yang dilakukan para hamba itu sangat banyak serta variasi, ada dosa besar seperti dosa syirik maupun dosa dosa kecil bahkan dosa yang tidak kita sadari. Tentang ini dosa ini, Allâh Azza wa Jalla memberikan peringatan keras :

 إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allâh tidak akan mengampuni (dosa) karena melakukan perbuatan syirik. Dan Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa menyekutukan Allâh, maka sungguh dia telah melakukan dosa besar” [an-Nisa’/4:48]

PENGERTIAN DZIKIR

Arti kata dzikir dari segi bahasa, dzikir berasal dari kata dzakara, yadzkuru, dzukr/dzikr yang artinya merupakan perbuatan dengan lisan (menyebut, menuturkan, mengatakan) dan dengan hati (mengingat dan menyebut). Sebagian ada yang berpendapat bahwa dzukr (bidlammi) saja, yang dapat diartikan pekerjaan hati dan lisan, sedangkan dzkir (bilkasri) dapat diartikan khusus pekerjaan lisan. Menurut peristilahan, dzikir tidak terlalu jauh pengertiannya dengan makna-makna lughawinya semula. Seperti yang diterangkan  di dalam kamus modern seperti al-Munawir, al-Munjid, dan lainnya, menggunakan istilah pengertian-pengertian seperti adz-dzikr dengan arti bertasbih, mengagungkan Allah SWT. dan seterusnya

BENTUK BENTUK DZIKIR

Bentuk-Bentuk Dzikir menurut Ibnu Ata‟, seorang sufi yang menulis al-Hikam (Kata-Kata Hikmah) membagi dzikir atas tiga bagian, yaitu : zikir jali (dzikir jelas, nyata), dzikir khafi (dzikir samar-samar) dan dzikir haqiqi (dzikir sebenar-benarnya).

 a. Dzikir Jali merupakan suatu perbuatan mengingat Allah SWT. dalam bentuk ucapan lisan yang mengandung arti pujian, rasa syukur dan doa kepada Allah SWT. yang lebih menampakkan suara yang jelas untuk menuntun gerak hati. Mula-mula dzikir ini diucapkan secara lisan, mungkin tanpa dibarengi ingatan hati. Hal ini biasanya dilakukan orang kebanyakan. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong agar hatinya hadir menyertai ucapan lisan itu.

 b. Dzikir Khafi merupakan dzikir yang dilakukan secara khusyuk dan khidmat oleh ingatan hati, baik disertai dzikir lisan ataupun tidak. Seseorang yang sudah mampu melakukan dzikir seperti ini merasa dalam hatinya akan senantiasa memiliki hubungan dengan Allah SWT. Ia selalu merasakan kehadiran Allah SWT. kapan dan dimana saja.

c. Dzikir Haqiqi merupakan dzikir yang dilakukan dengan seluruh jiwa raga, lahiriah dan batiniah, kapan dan dimana saja, dengan memperkokoh upaya memelihara seluruh jiwa raga dari larangan Allah SWT. dan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Selain itu tiada yang diingat selain Allah SWT. Untuk mencapai tingkatan dzikir haqiqi ini perlu dijalani latihan mulai dari tingkat dzikir jali dan dzikir khafi.

Berikut ini merupakan dzikir-dzikir penghapus dosa

  1. Istighfar

Istighfar artinya ucapan

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

“Aku memohon ampun kepada Allah.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ

Wahai anak adam seandainya dosamu menjulang tinggi ke langit, lalu engkau banyak istighfar dan banyak memohon ampun kepadaku maka aku ampuni dosa-dosamu. (HR. Tirmidzi, dihasankan al-Albani dalam as-Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 127)

Tahlil artinya ucapan:

2. Bertahlil

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَالَ لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ؛ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، في يَوْمٍ مِئَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وكُتِبَتْ لَهُ مِئَةُ حَسَنَةٍ ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِئَةُ سَيِّئَةٍ ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزاً مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِي ، وَلَمْ يَأتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ رَجُلٌ عَمِلَ أكْثَرَ مِنْهُ

Barangsiapa mengucapkan ‘La ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir‘ seratus kali akan memperoleh ganjaran sebagaimana membebaskan sepuluh budak, dan seratus kebaikan akan dicatatkan atasnya, dan seratus dosa akan dihapuskan dari catatan amalnya, dan ucapan tadi akan menjadi perisai baginya dari Syaithan pada hari itu hingga malam hari, dan tak ada seorangpun yang bisa mengalahkan amal kebaikannya kecuali orang yang melakukan amal yang lebih baik darinya.” (HR. Bukhari)

3. Bertasbih

Tasbih artinya ucapan:

سُبْحَانَ الله

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ، كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ: كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ قَالَ: يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ، فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ، أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيْئَةٍ

Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu mengusahakan seribu kebajikan setiap hari? Ada di antara sahabat yang hadir bertanya kepada beliau: ‘Bagaimana mungkin ada di antara kita yang mampu mengusahakan seribu kebajikan?’ Beliau bersabda: “Ia bertasbih seratus kali, akan dituliskan baginya pahala seribu kebajikan atau dihapuskan darinya seribu keburukan.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barang siapa membaca ‘subhanallahi wabihamdihi’ (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.” (HR. Muslim).

4. Berdzikir setelah shalat

Ada dzikir setelah shalat yang juga menghapus dosa sebanyak buih di lautan, yang dibaca setelah selesai shalat fardhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللهَ في دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاثاً وَثَلاثِينَ ، وحَمِدَ اللهَ ثَلاثاً وَثَلاَثِينَ ، وَ

كَبَّرَ الله ثَلاثاً وَثَلاَثِينَ ، وقال تَمَامَ المِئَةِ : لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ،غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْر

Barangsiapa mengucapkan tasbih (mengucapkan ‘subhanallah’) di setiap akhir shalat sebanyak 33 kali, mengucapkan hamdalah (mengucapan ‘alhamdulillah’) sebanyak 33 kali, bertakbir (mengucapkan ‘Allahu Akbar’) sebanyak 33 kali lalu sebagai penyempurna (bilangan) seratus ia mengucapkan ‘la ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir (tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)’, maka akan diampuni dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim)

5. Berdzikir ketika akan tidur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ حِينَ يَأْوِيْ إِلىَ فِرَاشِهِ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَه ُلَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، سُبْحَانَ اللهِ، وَالحَمْدُ للهِ ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ. غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوْبُهُ – أَوْ قَالَ: خَطَايَاه، شكَّ مِسْعَرٌ – وَإِن ْكَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْر)

Apabila seorang dari kalian menuju kasurnya, dan mengucapkan ‘la ilaha illallah wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodir’, subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah wallahu akbar’, maka Allah ampuni dosa-dosanya meski sebanyak buih lautan di dunia ini.” (HR. Ibnu Hibban, Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, dishahihkan al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 3414)

5 Keutamaan Dzikir menurut Saiful Ghofur dalam karyanya Rahasia dzikir dan doa, diantaranya ialah:

a. Terlindung dari bahaya godaan setan Setan tak pernah berhenti untuk menggelincirkan manusia dari rida Allah. segala bentuk godaan akan diumpamakan kepada manusia agar lalai dan terlena. Karena itu, dengan berdzikir kita memohon kepada Allah supaya terlindung dari godaan setan yang terkutuk.

 b. Tidak mudah menyerah dan putus asa Hidup di dunia tak jarang penuh dengan permasalahan. Adanya permasalahan ini sejatinya untuk menguji sejauh mana tingkat keimanan seseorang. Bagi yang tidak kuat menanggung permasalahan tersebut, acap kali cenderung berputus asa. Padahal, berputus asa adalah perbuatan yang dilarang oleh Islam.

 c. Memberi ketenangan jiwa dan hati Segala gundah dan resah bersumber dari bagaimana hati menyikapi kenyataan. Jika hati lemah dan tak kuat menanggung beban hidup, besar kemungkinan yang muncul adalah suasana resah dan gelisah. Artinya, tidak tenang. Ketidaktenangan juga bisa timbul akibat perbuatan dosa. Hati ibarat cermin dan dosa adalah debu. Semakin sering berbuat dosa, semakin memupuk debu yang mengotori cermin. Karena itu, untuk meraih ketenangan jiwa dan hati kita dianjurkan untuk memperbanyak zikir.

 d. Mendapatkan cinta dan kasih sayang Allah Allah memiliki sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Kedua ini berasal dari suku kata ar-rahmah yang berarti kasih sayang. Kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya begitu luas. Oleh sebab itu, kasih sayang Allah harus kita raih dengan memperbanyak zikir.

e. Tidak mudah terpengaruh dengan kenikmatan dunia yang melenakan Hidup di dunia hanya sementara. Begitu pun segala hal yang diraih dalam kehidupan dunia.

Semoga bermanfaat dan dapat mengamalkan ilmunya…

والسلام عليكم ورحمة الله وبركات

6 MANFAAT SUJUD YANG PERLU KAMU KETAHUI

6 MANFAAT SUJUD YANG PERLU KAMU KETAHUI
sujud merupakan saat dimana hamba paling dekat dengan tuhanya

Kita melakukan sujud lebih dari 37 kali dalam sehari, tapi apakah pernah diantara kita ada yang berpikir apa saja sih manfaat dari sujud saat sholat. Mungkin belum, maka hadirnya atikel ini sebagai informasi alternatife untuk mengetahui manfaat dari sujud saat sholat.

Dalam pandanga islam gerakan sujud memiliki arti yang sangat dalam yaitu sebagai simbol pengakuan umat muslim sebagai makhluk tuhan yang penuh dengan segala kelemahan dan kehinaan di hadapan Allah SWT. Gerakan ini dilakukan dengan posisi tubuh menunduk serendah-rendahnya, yaitu hingga dahi menyentuh tanah.

Cara sujud yang baik dan benar dalam sholat adalah dengan menenpelkan dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung jari kaki dengan sajadah yang kita pakai untuk sholat, serta gerakan tersebut di ulang-ulang dua kali dalam setiap rekaat.

Gambaran sujud suatu hamba kepada tuhannya adalah bentuk kesungguhan umat muslim untuk memohon doa dan ampunan kepada Allah Ta’laa. Sebagai tambahan informasi sujud merupakan salah satu gerakan yang wajib dilakukan umat muslim setiap kali melakukan sholat fardhu maupun sunah.

Sujud tidak hanya menjadi simbol semata, baru-baru ini sujud dalam sholat ditemukan memiliki berbagai macam manfaat  bagi kesehatan tubuh. Dilansir dari merdeka.com beberapa manfaat sujud dan pengaruhnya dengan kesehatan tubuh, berikut penjelasanya.

Melancarkan oksigen ke otak

Jika melakukan sujud otomatis posisi jantung akan berada diatas lebih tinggi diatas otak, dengan begitu darah bisa lebih baik mengalir ke dalam tubuh. Bahkan karena posisi kepala kita yang berada di bawah jantung dapat mendorong lebih banyak oksigen yang mengarah ke otak, ini dapat berguna untuk meningkatkan jutaan fungsi sel saraf dalam otak.

Mengatasi insomnia

Insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan tidur untuk memulai tidur atau mempertahankan tidur. Penyebab dari penyakit ini diantaranya stres, perasaan terlalu cemas, kebiasaan tidur yang buruk, terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, penggunaan jenis obat tertentu dan banyak lagi.

Gerakan sujud dalam sholat bisa menjadi alternatife untuk menyembuhkan gejala insomnia. Hal ini terjadi karena dalam posisi sujud aliran darah menjadi lancar sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan nyaman, Selain itu sujud juga dapat menenangkan pikiran dan mententramkan hati.

Menghilangkan sakit kepala

Sakit kepala biasanya dialami karena stres, kemungkinan karena faktor pekerjaan dan faktor-faktor lainya. Nah bagi kalian yang sering mengalami sakit kepala akibat stres ataupun penyebab lainya mungkin kalian bisa coba alternatife yang satu ini.

Dalam sujud dahi yang menempel pada sajadah akan memberikan pijatan refleksi dan mengendorkan saraf muka, akhirnya memberikan peran baik dalam mencegah pusing dan sakit kepala (migran), serta dapat meregangkan otot leher yang kaku sehingga bermanfaat merilekskan pikiran akibat lelah bekerja.

Melancarkan getah bening

Manfaat yang selanjutnya dalam sujud adalah melancarkan getah bening. Getah bening merupakan sebagian dari sistem limfatik yang berfungsi untuk melawan kuman, virus, parasit penyebab infeksi, membasmi sel kanker dan menghancurkan zat beracun yang masuk ke dalam tubuh.

Posisi sujud yang meletakkan dahi, hadi, lutut, kedua telapak tangan, dan ujung jari bermanfaat untuk melancarkan aliran getah bening yang tersebar di berbagai bagian tubuh, seperti leher, ketiak, dada dan perut.

Melancarkan pernafasan

Dalam posisi sujud kita akan menaruh paru-paru dibawah perut sehingga menyebabkan tertekanya diafragma oleh otot perut. Ini merupakan kondisi abnormal fetra yang hanya bisa dilakukan saat sujud. Peristiwa ini akan mengeluarkan udara yang tersisa pada paru-paru. Proses pernapasan yang berlangsung dalam tubuh akan menjadi lebih baik dan paru-paru juga akan lebih sehat.

Melancarkan pencernaan

Pada Saat seorang muslim melakukan sujud kedua lutut yang ditekuk berguna mengatasi kejang dan kram otot. Selain itu, posisi badan yang menunduk serta dahi menempel pada permukaan tanah mampu membuat kerja sistem pencernaan menjadi lebih sehat dan lancar.

Nah, kalian sekarang sudah tahu bukan beberapa manfaat dari sujud saat sholat, maka tunggu apalagi sekarang ambil sajadah kamu, mari berwudhu dan tunaikan shlat sebagai bentuk syukur dan ketaatan kita kepada Allah SWT. Semoga artikel ini bermanfaat buat kalian ya…

Wassalamualaikum wr.wb

salam manajemen

penulis Mohamam Rohman Alim

MENJADI PRIBADI YANG BAIK

MENJADI PRIBADI YANG BAIK

Menjadi seorang yang baik di mata orang lain adalah dambaan bagi setiap manusia di muka bumi ini. Hampir semua manusia ingin menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok akan jauh lebih baik dari hari ini. Maka dari itu pribadi yang baik adalah pribadi yang dapat membawa kebaikan bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.

            Untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tidak ada cara lain selain menjalani proses dalam hidup ini dan mengambil segala pelajaran untuk mengintropeksi diri, karena dengan introprksi itulah seseorang dapat memperbaiki kesalahannya, menutupi segala kekurangannya, dan mengatasi ketidakmampuannya pada diri sendiri. Tidak sedikit dari kebanyakan orang selalu berfikir dirinya adalah orang yang lebih baik dari orang lain, tanpa pernah menilai kekurangan yang ada dalam diri sendiri. Sehingga timbul rasa sombong dan angkuh yang akan semakin memperkeruh keadaan.

            Mungkin kita belum terlalu peduli dengan hal-hal kecil seperti ini, namun pada hakikatnya sikap kita adalah penentu seberapa besar keberhasilan kita. Maka dapat diartikan bahwa kepribadian yang baik menjadi kebutuhan dasar yang setiap saat harus kita laksanakan. Walaupun terkadang dalam hidup ini manusia sering dikendalikan oleh ego, hawa nafsu, dan amarahnya masing-masing, maka hal-hal tersebut harus bisa dikendalikan dengan akal pikiran yang selalu positif. Jika akal pikiran kita positif maka kehidupan yang kita jalani pun akan menjadi lebih baik.

Berikut ini adalah cara untuk menjadi lebih baik melalui proses pengembangan diri :

Rasa percaya diri penting untuk menjadi pemimpin yang baik
  1. Membangun Rasa Percaya diri

Perasaan rendah diri dan tidak percaya dengan diri sendiri adalah persoalan pertama yang mempersulit seseorang untuk menjadi pribadi yangt baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa seseorang sudah menyerah karena tidak mempunyai rasa percaya pada diri sendiri untuk menghadapi apa yang belum terjadi selanjutnya, ibarat kata pepatah “kalah sebelum berperang”. Salah satu solusi untuk mengatasi hal ini adalah memulai untuk percaya pada diri sendiri bahwa kita bisa menghadapi segala persoalan dalam hidup ini.

  • Membuang Segala Perasaan Pesimis

Menyadari kekurangan dalam diri sendiri adalah sesuatu yang baik dalam hidup ini. Akan tetapi jika kekurangan dan keterbatasan kita selalu terbesit dalam akal pikioran kita, dampaknya justru akan menimbulkan rasa pesimis pada diri sendiri dan tidak percaya akan kemampuan yang dimiliki. Maka dari itu kita harus membuang segala rasa pesimis dan menjadikan kekurangan yang kita miliki adalah batu loncatan untuk kita meraih harapan yang lebih baik.

  • Menumbuhkan pikiran dan sikap yang positif

Pikiran kadang-kadang mendasari tentang apa yang akan kita kerjakan, maka “hati-hati dengan pikiran anda”. Kebanyakan dari orang berpendapat bahwa keberhasilan seseorang di tentukan oleh cara dia dalam berpikir. Maka dari itu menumbuhkan pikiran yang positif dan membuang jauh pikiran negatif adalah salah  satu cara untuk menimbulkan mental positif dan kemudian menjadikannya sikap dan tindakan yang positif juga.

  • Memperbesar Rasa Tanggung Jawab

Kegagalan dan kesalahan adalah hal yang wajar bagi setiap orang, selama orang tersebut dapat menerimanya dengan dengan ikhlas dan lapang dada. Segala persoalan dalam hidup justru akan muncul jika kita tidak mau mengakui kesalahan dalam diri sendiri. Oleh karena itu marilah kita belajar untuk menrima segala kenyataan dan mengakui segala kesalahan. Salah satu caranya adalah dengan memperbesar dan menimbulkan rasa tanggung jawab pada diri kita sendiri.

            Untuk menjadi pribadi yang baik tidak berhenti dengan bagaimana kita terhadap diri kita sendiri, akan tetapi bagaimana cara kita bersosialisasi dengan orang lain. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk sosial yang akan selalu membutuhkan bantuan dari orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Maka sebagai pribadi yang baik kita harus paham tentang cara agar orang lain nyaman bersosialisasi dengan kita dan nyaman berada di dekat kita.

Berikut adalah salah satu cara agar orang lain nyaman bersosialisasi dengan kita dan nyaman berada di dekat kita :

  1. Kenali dan tata ego pribadi

Langkah pertama adalah kita hrus paham betul tentang bagaimana sifat kita, kemudian kita harus paham kapan ego dan emosi dapat dikeluarkan dan kapan harus ditahan.

  • Selalu bersikap ramah

Seseorang akan lebih senang bertemu dengan kita jika kita selalu tersenyum dan bersikap ramah kepada orang lain. Dengan senyuman yang ramah maka karakter yang hangat akan muncul pada diri kita.

  • Rendah hati

Orang yang sombong akan lebih dijauhi oleh lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu jangan pernah terbesit dalam pikiran untuk sombong dihadapan orang lain tentang apa yang telah kita miliki.

  • Senang membantu sesama

Jadilah pribadi yang senantiasa ikhlas dalam memberi bantuan terhadap orang lain. Apalagi jika kita sering berinisiatif untuk memberi bantuan kepada orang lain sebelum diminta, maka orang lain akan berfikir kita adalah orang yang memiliki pribadi yang baik.

  • Menjadi sosok yang humoris

Dengan karakter yang humoris kita mampu membuat suasana di sekitar kita penuh dengan keceriaan, sehingga orang akan nyaman berada di sekeliling kita.

Penulis : Fauzi Alfathoni

Islam, Iman, dan Ihsan Tak Dapat Dipisahkan

Islam, Iman, dan Ihsan Tak Dapat Dipisahkan

Oleh: Devano Empathanussa

Diriwayatkan dalam hadis, Nabi Muhammad menjelaskan tentang Islam, iman dan Ihsan di majelis dihadiri oleh para sahabat dan dikunjungi oleh Malaikat Jibril. Islam, iman dan ihsan tidak dapat dipisahkan karena mereka semua adalah unit yang disebut Islam.

Ustadz Galih Maulana dalam buku antara Fiqh dan Tasawuf Fiqh Publishing menjelaskan mengapa Islam, Iman dan Ihsan adalah unit yang disebut Islam. Dia menjelaskan, terlepas dari kenyataan bahwa Islam, Iman dan Ihsan disebut bertingkat, tetapi itu tidak berarti bahwa makna menaiki tingkat ke tingkat yang berikutnya. Kemudian, apa yang dimaksud dengan level adalah tingkatan keimanan.

“Artinya bahwa saat pikiranmu lemah, membuat ibadah tidak optimal, masih suka bermaksiat, menjadi lebih baik dan menuju pada tingkat iman yang tinggi yang mampu merasakan muroqobatullah,” kata Ustadz Galih dalam bukunya.

Dia memberi contoh orang-orang yang imannya masih lemah. Kemudian, orang tersebut akan berdoa, tetapi doanya tidak khusyuk, tanpa menjaga adab-adab, dan lain-lain. Kasus lain dengan orang-orang yang telah mencapai tingkat Ihsan. Ketika orang itu berdoa, hatinya khidmat, adab-adab dijaga, sunnahnya dijaga, dan doanya akan membentenginya dari melakukan amoralitas. Inilah yang sangat sulit dilakukan bagi kebanyakan orang. Karena dalam praktiknya, meskipun ia telah bekerja pada layanan lengkap dengan semua yang rukun dan sunnah, tetapi belum tentu mampu membawa hati sepenuhnya untuk tunduk dan rendah hati kepada Allah SWT.

“Bisa jadi tubuh yang kita melaksanakan sholat, tetapi hati kita sibuk dengan dunia,” kata Ustaz Galih.

Dia menjelaskan, ini sama halnya bermuamalah dengan manusia dan alam. Mungkin orang menjadi baik hanya ketika ada keperluan. Mungkin orang baik-baik hanya pada suatu kelompok. Hakikatnya berakhlak baik adalah suatu ibadah juga. Rosulullah SAW bersabda: “Tidak ada yang lebih berat pada timbangan seorang mukmin pada hari kiamat, melainkan akhlak yang baik, dan sesungguhnya Allah benar-benar membenci orang-orang yang suka berbicara dengan kejam lagi kotor.”

Ustadz Galih mengingatkan, ini adalah pentingnya belajar tasawuf selain belajar fiqh. “Siapa pun bertasawuf tanpa fiqh menjadi Zindiq, yang berfiqh tanpa tasawuf akan menjadi fasiq, dan siapa pun yang mempraktikkan keduanya akan mencapai hakikat.” Meskipun penisbatan (kutipan) ke Imam Malik masih dibahas, tetapi maknanya itu benar adanya. Ketika orang Bertasawuf, tetapi tidak memiliki pengetahuan tentang fiqh, itu akan menjadi Zindiq, sewenang-wenang meninggalkan sholat karena dia merasa dekat dengan Allah.

Dengan cara yang sama, orang yang mengenal Fiqh, tetapi mereka tidak bertasawuf. Orang itu akan sulit untuk melakukan ibadah yang asal-asalan yang penting itu sah, melainkan beribadah dengan bersungguh-sungguh. “Intinya adalah Islam, iman dan Ihsan adalah unit yang disebut Islam, semuanya berjalan bersama, barang siapa yang memisahkannya, maka telah turut terlepas sebagian dari agama,” jelasnya.

Sumber: Artikel: Disadur dari Republika.co.id Gambar: @islamihsaniman · Situs Web Pendidikan

Translate »