MAHASISWA BERPRESTASI UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR

Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) menyelenggarakan PILMAPRES (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) 2018 pada hari Kamis (15/03). Sembilan kandidat MAPRES (Mahasiswa Berprestasi) UNIDA dari berbagai fakultas turut berkompetisi dalam ajang itu. Setelah melalui serangkaian seleksi, terpilih tiga mahasiswa berprestasi terbaik tingkat universitas diantaranya adalah Asad Arsya Brilliant Fani dari program studi manajemen 2015 dengan poin 92,52, sebagai peringakat ke 1.

Program ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyeleksi mahasiswa berprestasi yang kemudian akan dilombakan di tingkat nasional. Adapun tahapan-tahapan seleksi MAPRES adalah seleksi lokal di tingkat universitas, kemudian pemenang akan diajukan di tingkat kopertis. Peserta terbaik dari kopertis akan dikirim ke tingkat nasional untuk berkompetisi dengan peserta dari berbagai universitas di Indonesia.

Prof. Dr. Amala Fathullah Zarkasyi, M.A. berharap mahasiswa UNIDA dapat mewakili JawaTimur di tingkat nasional. Ia juga berpesan agar mahasiswa Pilmapres UNIDA lainnya meskipun tidak terpilih dapat terusmenginspirasi mahasiswa lainnya dan terus berkarya memberikan prestasi bagi UNIDA.
“Meskipun hanya satu yang dikirim ke Kopertis, tapiharapannya semuanya bisa terusmemberikan prestasi dan karya-karyanya bagi UNIDA. Sehingga jangan sampai bagi yang tidak lolos akhirnya tidak berkarya lagi justru itu menjadi motivasi untuk semakin menginspirasi teman-teman lainnya“ ungkapnya.

Prof. Dr. Amala Fathullah Zarkasyi, M.A. juga menyampaikan terdapat banyak aspek yang menjadi perhatian penilaian Pilmapres seperti soft skill dan variasi prestasi. Mahasiswa yang dipilih sebagai mahasiswa berprestasi di tingkat nasional harus memiliki keunggulan multi aspek dan juga memliki kepribadian yang baik. “Mahasiswa UNIDA yang berprestasi haruslah lengkap pribadinya, apalagi simbol kita itu mahasiswa santri, cerdas di pikiran dan muliaakhlaknya“ ujarnya.

Sementara, Asad Arsya Brilliant Fani Program Studi Manajemen 2015 yang terpilih sebagai MAPRES utama mengungkapkan MAPRES ini merupakan proses perjuangan yang panjangbaginya. “MAPRES bukan tujuan utama, tapi MAPRES adalah sebuah akumulasi yang sudah kita kerjakan di masa-masa sebelumnya. Ini seperti penghargaan dari apa yang sudah kita lakukan. Tetap lakukan yang terbaik, sebisa mungkin sesuai dengan minat, bidang, dan tentunya sesuai dengan apa yang kita cintai“ ungkapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.