Ingatan masa kecil kembali menyoroti kepala saya ketika mendengar nama Campina, Campina merupakan perusahaan yang menghasilkan jenis makanan beku dan berlokasi di Surabaya, Jawa Timur tepatnya di Jalan Rungkut Industri 2 Nomor 15. Siapa yang akan menolak jika disodori jenis makanan beku ini? Makanan ini menjadi favorit semua orang, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Rasanya yang legit, tekstur lembut, beku dingin ditambah berbagai aroma yang menggoda memberikan sensasi tersendiri bila kita menikmati kelezatannya. Ya benar, Tak bisa dipungkiri ada rasa kebanggaan yang memuncak saat memakan es krim Campina, Kebanggaan tersebut bukan saja saya rasakan di setiap gigitan produk es krim, melainkan juga dari riwayat atau sejarahnya, yang mana mengajarkan banyak hal positif  kepada kita dan saya rasa sebagai penikmat yang pernah mengecap es krim Campina wajib mengetahui kiprah dari es krim asli Indonesia ini.

Bagaimana sejarahnya? Saya mengutipnya dari laporan hasil kunjungan mahasiswi UNIDA (Universitas Darussalam Gontor). Di situ dituliskan sejarah awal berdirinya Campina yakni pada 22 Juli 1972. Artinya Campina telah berusia 47 tahun di 2019 ini. Pendirinya ialah Bapak Darmo Hadipranoto dan istrinya yang bermula dari 3orang anak yang sangat menggemari es krim. Menariknya, lokasi pendirian awal bukanlah di lokasi industri pada umumnya melainkan diproduksi di garasi rumah Bapak dan Ibu Darmo yang terletak di Jalan Gembong Sawah, Surabaya. Menarik bukan?

Nah, Jika kamu berkelahiran pada tahun 2000an pasti tau kata-kata ini “Istimewa di setiap suasana”. Ya benar, itu adalah tagline Campina yang ditayangkan di media seperti Televisi, radio, dan JawaPos. “Mengapa Campina bisa tetap eksis di tengah belantara persaingan dunia pereskriman hingga saat ini?,” ujar Ustadz Fajar Surya selaku Kaprodi UNIDA yang membimbing mahasiswi dalam kunjungan ke PT Campina Ice Cream Industry pada tanggal 06 Maret 2019. Yang pertama alasan Campina tetap eksis adalah :

  1. Inovasi dan pemasaran produk, Campina meluncurkan sekitar 5-6 produk baru. Tujuannya adalah untuk menciptakan excitement kepada konsumen. Saat ini Campina memiliki 70-80 varian produk dari sisi bentuk dan rasa yang khas dan lokal.
  2. Rebranding dengan logo baru. Peluncuran logo baru yang modern dan fresh di pabrik Campina di Surabaya ini sebagai implementasi prinsip perusahaan untuk selalu tampil up to date.
  3. CSR dan peduli lingkungan. Campina memiliki kegiatan factory tour dan menerapkan konsep eco friendly yang sudah berjalan selama 5 tahun untuk ikut serta mengurangi pemanasan global demi kelestarian lingkungan.

Wow, ternyata ada Kutub Utara di pabrik Campina,” ujar mahasiswi manajemen UNIDA saat mengikuti kegiatan factory tour. Hal itu tidak sepenuhnya benar tapi tidak sepenuhnya salah, karena memang benar ada suatu ruangan khusus yang berhuhu -28˚ tapi itu bukanlah Kutub Utara melainkan tempat penyimpanan es krim, mahasiswi beserta sang pembimbing ikut memasuki ruangan tersebut menggunakan jaket berwarna kuning yang mencirikan khas Campina dengan logo yang terpampang di bagian dada sebelah kiri atas jaket, tangan erat saling berpegangan, nafas yang sejuk, dan getaran  bibir kedinginan serta asap yang keluar saat kami berbicara sangat mencerminkan dinginnya berada di Kutub Utara tapi bedanya di ruangan tersebut isinya es krim semua. Wah, terbayang dong serunya berkunjung ke PT Campina Industry. Ayo berkunjung ke PT Campina Industry dan jangan lupa cintai produk Indonesia dengan membeli es krim Campina “Istimewa di setiap suasana” .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.